Selasa, 29 April 2008

TES UJIAN AKHIR SEKOLAH TIK MATERI WEBBLOG



Kemampuan menulis karangan narasi merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Karangan narasi merupakan jenis karangan yang berupa runtutan peristiwa yang terjadi dalam satu rangkaian waktu dengan maksud menceritakan dan menggambarkan sejelas-jelasnya peristiwa yang terjadi. Dengan menulis karangan narasi, diharapkan siswa tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan membuat karangan namun juga diperlukan kecermatan untuk membuat argumen, memiliki kemampuan untuk menuangkan ide atau gagasan dengan cara membuat karangan yang menarik untuk dibaca.
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan aspek kesatuannya siswa kelas III SD Negeri Blitar Kecamatan Sukorejo, (2) mendeskripsikan kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan aspek kelengkapannya siswa kelas III SD Negeri Blitar Kecamatan Sukorejo, (3) mendeskripsikan kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan aspek kepaduannya siswa kelas III SD Negeri Blitar Kecamatan Sukorejo.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data skor hasil karangan narasi siswa. Data yang dibutuhkan berupa skor data produk tentang (1) kemapuan menulis karangan narasi siswa berdasarkan aspek kesatuannya, (2) kemampuan menulis karangan narasi siswa berdasarkan aspek kelengkapannya, dan (3) kemampuan menulis karangan narasi siswa berdasarkan aspek kepaduannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jumlah siswa yang memiliki kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan aspek kesatuannya dengan perolehan nilai ≥ 6 sebanyak 46 siswa (86,79%) dari jumlah keseluruhan sampel sehingga sesuai dengan Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 60% dan juga dari kriteria penerimaan hipotesis, maka hipotesis yang diajukan bahwa siswa kelas III SD Negeri Blitar Kecamatan Sukorejo tahun ajaran 2006/2007 mampu menulis karangan narasi berdasarkan aspek kesatuannya dapat diterima/terbukti; (2) jumlah siswa yang memiliki kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan aspek kelengkapannya dengan perolehan nilai ≥ 6 sebanyak 42 siswa (79,24%) dari jumlah keseluruhan sampel sehingga sesuai dengan Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 60% dan juga dari kriteria penerimaan hipotesis, maka hipotesis yang diajukan bahwa siswa kelas III SD Negeri Blitar Kecamatan Sukorejo tahun ajaran 2006/2007 mampu menulis karangan narasi berdasarkan aspek kelengkapannya dapat diterima/terbukti; dan (3) jumlah siswa yang memiliki kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan aspek kepaduannya dengan perolehan nilai ≥ 6 sebanyak 24 siswa (45,28%) dari jumlah keseluruhan sampel sehingga sesuai dengan Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 60% dan juga dari kriteria penerimaan hipotesis, maka hipotesis yang diajukan bahwa siswa kelas III SD Negeri Blitar Kecamatan Sukorejo tahun ajaran 2006/2007 mampu menulis karangan narasi berdasarkan aspek kepaduannya tidak dapat diterima/tidak terbukti.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar guru Bahasa Indonesia perlu memantau beberapa anak yang taraf penguasaannya masih kurang agar tingkat penguasaan lebih meningkat dan merata untuk semua siswa. Selain itu, disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap rumusan masalah yang berbeda.

Tidak ada komentar: